Langsung ke konten utama

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 5 : 5 Tempat Makan Favorit

Tempat makan favorit faatihah tersebar setidaknya di dua kota (halah dua wae tersebar -_-) yaitu di Malang dan di Jogja. Aslinya ada banyak, tapi jikalau harus mempersempit jadi 5 saja maka yasuda, kita bahas limaa.

Malang: Bakso depan Bustanul Athfal Restu Jalan Bandung.  
Saya kenal bakso ini di tahun 2011-2014 karena saya bersekolah di MAN 3 Malang yang berjajaran dengan BA Restu. Di depan BA Restu khususnya saat menjelang jam jemputan anak-anak akan ada Pak Yanto dengan gerobak baksonya, yang rasanya masyaAllah mantap, gausa saus gausa kecap gausa apa-apa rasanya udah passssss. Kalau sedang beruntung kita bisa makan dengan tenang sambil duduk-duduk di depan gerbang makam, tapi kalau sedang tidak beruntung maka tempat duduk yg tersisa adalah di emperan trotoar. Kuahnya sih cukup bening dan suegerr biyanget. Harganya? Behh, terjangkau dah pokoknya. Makan di bakso kota bisa dibuat makan di Pak Yanto berkali-kali. Ini cuplikan video salah satu pelanggan Pak Yanto.

Malang: Mie Buto Ijo 
visit website Mie Buto Ijo Indonesia
Saya juga kenal Mie Buto Ijo awalnya pas tempatnya di seberang MAN 3 Malang di Jalan Bandung. Kira-kira tahun 2012-2014 sebelum akhirnya pindah lokasi ke lokasi baru. Awalnya gak kepikiran sih kenapa warnanya bisa ijo, awalnya suka aja karena emang penyuka warna hijau, lokasinya pas depan sekolah dan harganya yang mashook di kantong buat makan enak. Eh ternyata baru tau saya kalau warna hijaunya itu dari sayuran. Makin berasa bahagia gak sih bisa makan enak dan sehat sekaligus? Varian mie nya kalau gak salah dinamain tokoh-tokoh pewayangan gitu, masing-masing punya karakteristik beda topping dan derajat kepedasan tersendiri. Gak cuma menu makanannya yang enak, tapi menu minumnya pun uwenak pol masyaAllah bangets. Tapi sayang di Jogja belum ada, kayaknya sih baru di Malang.

Surabaya: Rumah Makan Koki Kita
Emang gitu tampilan Es Jeruknya Koki Kita
Gak sengaja nemu rumah makan ini sewaktu main ke Surabaya sama kakak. Waktu itu sebelum naik bus di Terminal Purabaya menuju Yogyakarta, saya yang belum lapar minta makan ke kakak. Kebetulan kakak lagi banyak uang jadilah kami sok makan ke sini. Makanannya enak, porsinya besar jadi wajar kalau harganya gak murah. Tempat ini cocoknya buat makan bareng keluarga inti atau keluarga besar lebih dari dua orang. Bersih, cepat dan punya parkiran yang lapang. Menu yang paling mengesankan buat saya adalah Es Jeruk yang real es jeruk. Muantapss.

Yogyakarta: Sepuluhribuan alias Warung Lesehan "Dewi Ratih" Klebengan
Hidup sebagai mahasiswa rantau membuat kita belajar merakyat, mau ngedate, tugas kelompok, rapat organisasi bahkan berkontemplasi pun sering saya berlama-lama di sini. Bagaimana tidak? Hanya dengan Rp 10.000 - Rp 12.000 kita sudah bisa mendapatkan paket makan nasi + sayur dan minuman. Ah dijamin enak sih, lidahmu akan sangat dimanjakan, porsinya pun bikin kenyang, ada TV juga untuk anak-anak kos yang gak punya TV. Ajaibnya warung lesehan ini buka di jam sahur saat bulan Ramadhan tiba. Cocok banget buat mereka yang suka pedas dan gorengan, air putih gratis. Warung lesehan ini biasanya penuh saat maghrib di bulan Ramadhan karena sering jadi jujugan mahasiswa buka bersama.

Yogyakarta: Warung Makan "Sop Daging Bakar" Tegal Gendu
Rp 13.000 capcay sepiring, hmm, uenakk
Hidup sebagai mahasiswa rantau membuat kita sembarangan makan apasaja yang penting murah, tapi hal ini tidak boleh terjadi terus menerus. Sesekali kita perlu memberi tubuh ini asupan nutrisi yang sehat namun tetap dengan harga yang affordable bin terjangkau dan sesuai. Jikalau di warung sebelumnya hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000 untuk dapat paket makan dan minum, maka di warung ini, perlu sekurang-kurangnya Rp 17.000 untuk dapat paket makan nasi+sayur+minum. Tapi bukan berarti mahal karena sayur yang saya maksud adalah sayur capcay yang full sayur, FULL. Pencernaan yang sembelit, insyaAllah besok pagi langsung lancar jaya. Capcaynya udah pakai campuran udang atau cumi lhoo, yang jumlahnya nggak cuma sebiji potong atau duabiji potong melainkan banyak, membuat mahasiswa merasa makan mewah. Bisa request "tanpa micin" kalau mau sehat totalitas, gak merubah rasanya secara signifikan.

Itu deh, 5 tempat makan terfavorit versi saya, jikalau rekan-rekan menraktir saya di salah satu tempat ini pastilah saya sangat merasa bahagia. Oh iya btw, kalau klik di tiap nama lokasinya langsung newtab ke maps warungnya, jangan ribet wkwkwk. Selamat makan!

Komentar

Paling Banyak Dibaca :

Nambah Ilmu Terus : Bolehkah Muslimah yang Sedang Haid Membaca Al-Qur'an?

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mulanya perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) ibadah yang jelas dilarang ketika haid, yaitu:
Shalat wajib maupun sunnah, berdasarkan "Bila engkau haid, maka tinggalkanlah shalat" (HR Bukhari & Muslim).Puasa wajib maupun sunnah,  berdasarkan "Bukankah bila seorang wanita haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?" (HR Bukari & Muslim).Melakukan tawaf di Baitullah, Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra., "Kerjakan apa yang dikerjakan orang-orang yang berhaji selain tawaf sampai engkau suci" (HR Bukhari & Muslim).Lantas bagaimana dengan membaca Al-Qur'an?
Terdapat sedikitnya juga 3 (tiga) pendapat tentang kebolehan membaca Al-Qur'an saat haid*:
Tak boleh membaca, berdasarkan "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan" (QS 57:79). Pendapat ini menganggap bahwa haid termasuk yang menghilangkan kesucian.Boleh membaca, suci pada QS 57:79 tersebut artinya adalah suci jiwa/piki…

Review Drama (1) : Memories of the Alhambra

Judul: Memories of the Alhambra (알함브라 궁전의 추억 Alhambeuraui Gungjeonui Chooeok)Sutradara : Ahn Gil-HoPenulis : Song Jae-JungJaringan : tvNJumlah Episode : 16, durasi 60 menit per episodeMasa Tayang : 1 Desember 2018 - 19 Januari 2019, Sabtu-Minggu 21.00 KSTGenre : Fantasy, Romance, Mystery, Action

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 1 : Lavatories Traveller

Wkwkwk ide banget ya nulis tentang lavatories.
Gak jelas, maka kalau gak punya high anthusiast gausa dipaksain baca keee

Tulisan ini bermula saat saya gagal mendapatkan akses masuk ke bilik restroom langganan di kampus. Entah gimana deh, biasa kata orang "inspirasi menghujanimu saat jongkok". Ya kebetulan bilik alternatif yang saya tempati itu berwujud WC jongkok dengan semi automatic sanitary system *etaah abaikan istilah ini karena saya yang buat-buat* membuat saya tiba-tiba teringat akan penjelajahan sejumlah restroom yang telah saya singgahi selama hidup.

Sedari kecil saya punya perbedaan khusus daripada saudara-saudari kandung saya, yakni saya tidak punya daily habit boker di pagi hari. Sudah sejak sejauh yang saya ingat, jadwal boker saya selalu berubah-ubah dan tidak tentu sehari sekali. Saya juga tidak ingat pernah tidakkah saya boker di toilet Taman Kanak-Kanak, seingat saya, boker selalu di hari weekend entah itu malam atau pagi. Seakan mekanisme boker saya waktu i…