Langsung ke konten utama

Menjadi Netizen yang Well Banget

Sebagai bagian dari masyarakat sosial media, saya merupakan pengguna aktif berbagai akun sosmed sejak tahun 2008. Sebut saja Facebook, Friendster, Twitter, Tumblr, So.cl, Path, Pinterest, duh banyak sekali sampai terlupakan dan sudah tidak ada lagi.

Media sosial merupakan wadah interaksi lintas area, menghubungkan manusia yang dekat hingga yang jauh tanpa harus berada di ruang yang sama. Media sosial mengajarkan kita bahwa kita perlu berkabar walau jarak membentang diantara kita. Tetapi ternyata tetap dibutuhkan kebijaksanaan dalam bersosial media, sehingga tidak berbeda antara kenyataan dan tujuan dibuatnya media sosial ini. Berdasarkan pengalaman bersosial media selama sepuluh tahun terakhir, saya menyadari betapa beberapa hal berikut penting untuk diperhatikan:
Se nice akuuuu :p
  1. Be Nice, menjadi nice disini yang dimaksud adalah stay positif, berusaha untuk tidak menebar kebencian dan keributan saat bersosial media. Dunia nyata sudah ribut maka dunia maya perlu menjadi lebih tenang agar keadaan kejiwaan masyarakat mencapai keseimbangan. Stop menjadi komentator dengan bad words, stop menjadi haters, stop menjadi buzzers. Kenapa? Karena dalam bersosial media kita hanya saling melihat satu sama lain sebagian, bukan keseluruhan, inilah yang memicu permasalahan. Orang lain bisa marah karena membaca caption kita, orang lain bisa salah paham karena ekspresi yang kita tampilkan belum tentu yang sesungguhnya, entah efek filter atau seleksi foto/video terbaik, tetap dapat memicu salah penerimaan. Beda halnya dengan interaksi langsung, kita dapat membaca ekspresi lawan dan kemudian menyampaikan argumen penjelasan, sedangkan jika bersosial media, se-direct-direct-nya tetap terdapat delay dalam proses klarifikasinya. 
  2. Don't Whispering, jangan berbisik, jangan menggosip di media sosial. Jangan membully akun lain karena bully-an ini tidak akan bisa ditiadakan lagi. Sekali kita membicarakan orang/akun lain di media sosial maka akan menjadi konsumsi umum seketika itu juga. Gossiping tidak baik untuk kesehatan mentalmu dan mental viewers feedsmu. Jika kamu benci seseorang maka blokir saja dia dari akunmu. Jika kamu merasa akun tertentu terlalu spamming maka matikan saja notifikasinya atau hide dari berandamu, itu cukup dibanding menggunjingnya di storymu yang malah membuat akun lain merasa disindir olehmu. Yakan?
  3. Spending Time Wisely, sudah menjadi kesadaran umum bahwa berselancar di dunia maya membuat kita sejenak melupakan dunia nyata. Scroll, scroll, scroll, eh udah lewat 4 jam. Selain membuat tidak produktif, hal ini juga sangat menghamburkan waktu kita yang berharga. Jika tidak suka ditegur supaya ingat waktu, maka gunakan fitur timer, 5 menit, 10 menit, 15 menit, tentukan batasan waktu bermain sosmed, setelah waktu habis segera alihkan pada kegiatan lain yang bernanfaat, entah membaca buku, menyicil pekerjaan, membereskan ruangan atau berinteraksi dengan orang terdekat.
  4. Knowing Place, yang juga penting dalam bersosial media adalah tahu tempat. Stop bersosial media saat sedang bersosial di dunia nyata, hargailah mereka yang meluangkan waktu berharganya untuk saling jumpa, dan selalu bawa empati kemanapun kita membawa diri. Stop memberi live report perkelahian, stop memfoto kejadian kecelakaan, stop selfi saat dalam suasana duka yang memprihatinkan. Jangan lagi rasa ingin viral mengalahkan kemanusiaan.
  5. Thinking Twice Before Sharing, hoax adalah musuh bersama. Berpartisipasi dalam menjaga ketenteraman bermasyarakat dengan membiasakan klarifikasi sebelum berbagi adalah hal termudah yang dapat kita lakukan. Tidak perlu menjadi yang tercepat, jadilah yang tertepat. Tepatkah saya membagi informasi ini? Apakah informasi ini berasal dari sumber yang relevan dan terpercaya? Apakah informasi ini penting dan bermanfaat bagi orang banyak? Apakah informasi ini tidak mengandung unsur SARA? Pastikan terlebih dahulu informasi yang akan kita bagi, sebelum menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.
  6. Report! Dunia akan dikuasai orang jahat jika orang baik tidak berbuat. Demi dunia maya dan media sosial yang baik dan aman bagi generasi yang lebih muda daripada kita, mari mulai membiasakan klik report jika ada akun-akun atau postingan sampah yang dapat mendegradasi moral dan akhlak pengguna sosial media. Report!
Itulah enam hal yang saya biasakan selama ini sebagai hasil pendewasaan saya dalam bersosial media. Semoga saya bukan salah satu sampah dunia maya. Kalau teman-teman bagaimana?

Komentar

Paling Banyak Dibaca :

Nambah Ilmu Terus : Bolehkah Muslimah yang Sedang Haid Membaca Al-Qur'an?

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mulanya perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) ibadah yang jelas dilarang ketika haid, yaitu:
Shalat wajib maupun sunnah, berdasarkan "Bila engkau haid, maka tinggalkanlah shalat" (HR Bukhari & Muslim).Puasa wajib maupun sunnah,  berdasarkan "Bukankah bila seorang wanita haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?" (HR Bukari & Muslim).Melakukan tawaf di Baitullah, Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra., "Kerjakan apa yang dikerjakan orang-orang yang berhaji selain tawaf sampai engkau suci" (HR Bukhari & Muslim).Lantas bagaimana dengan membaca Al-Qur'an?
Terdapat sedikitnya juga 3 (tiga) pendapat tentang kebolehan membaca Al-Qur'an saat haid*:
Tak boleh membaca, berdasarkan "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan" (QS 57:79). Pendapat ini menganggap bahwa haid termasuk yang menghilangkan kesucian.Boleh membaca, suci pada QS 57:79 tersebut artinya adalah suci jiwa/piki…

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 1 : Lavatories Traveller

Wkwkwk ide banget ya nulis tentang lavatories.
Gak jelas, maka kalau gak punya high anthusiast gausa dipaksain baca keee

Tulisan ini bermula saat saya gagal mendapatkan akses masuk ke bilik restroom langganan di kampus. Entah gimana deh, biasa kata orang "inspirasi menghujanimu saat jongkok". Ya kebetulan bilik alternatif yang saya tempati itu berwujud WC jongkok dengan semi automatic sanitary system *etaah abaikan istilah ini karena saya yang buat-buat* membuat saya tiba-tiba teringat akan penjelajahan sejumlah restroom yang telah saya singgahi selama hidup.

Sedari kecil saya punya perbedaan khusus daripada saudara-saudari kandung saya, yakni saya tidak punya daily habit boker di pagi hari. Sudah sejak sejauh yang saya ingat, jadwal boker saya selalu berubah-ubah dan tidak tentu sehari sekali. Saya juga tidak ingat pernah tidakkah saya boker di toilet Taman Kanak-Kanak, seingat saya, boker selalu di hari weekend entah itu malam atau pagi. Seakan mekanisme boker saya waktu i…

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 4 : 5 Fakta Untuk Diungkapkan

Tak kenal maka tak kenal. Kenal butuh bukti, maka 5 fakta ini membuktikan kalau njenengan kenal saya. Apa aja sih?
Body Goals, wkwkwk suka-suka saya dong, buat saya, body saya memang goals, kalau parameternya berat badan lho ya. Tinggi badanku 166 cm, berat badanku di kisaran 49-52 kg tergantung kesibukan dan pola makan. Berdasarkan pengukuran body mass index, angkaku di kisaran 18,5-19, dan waist measurement results <80 cm which is artinya rasio berat badan dan tinggi badanku memang ideal dan tergolong sehat. Santai gais, body goals tidak harus meliuk seperti jam pasir, asalkan tidak obesitas atau kurang gizi, selama tubuh kita sehat itu sudah body goals. Jangan sedih, jangan diet berlebih, cukup jadi sehat, tidak ada hal lain yang lebih nikmat.Gak Kuat Lari, ini juga salah satu hal aneh bahkan bagi diriku sendiri. Aku kuat jalan jauh, aku kuat bersepeda seharian, tapi anehnya lari dan jogging keliling lapangan buat aku sesak napas dan mual-mual. Mungkin karena larinya sendirian ya…