Langsung ke konten utama

Rupiah Melemah Jangan Panik~ Mari #KuatkanRupiah

Akhir-akhir ini media massa banyak memberitakan posisi rupiah yang sering kali melemah dan sesekali menguat. Meski kerap dibanding-bandingkan dengan pelemahan rupiah di era akhir 90-an yang dampaknya masih melekat dalam ingatan rakyat dan menimbulkan perdebatan ramai di kanal media sosial, himbauan Bank Indonesia sebagai organ utama pengendali krisis di negara ini masih tetap sama "Masyarakat tetap tenang, tidak perlu panik". Baik kubu pemerintah dan kubu oposisi sama-sama menyerukan #kuatkanRupiah. Lalu sebenarnya apa saja langkah yang bisa kita ambil untuk turut serta menguatkan rupiah?

1. Punya Simpanan Valas? Tukarkan ke Rupiah 
Posisi Rupiah terhadap Dollar, 07/09/2018 (Google)
Penukaran valas ke mata uang dalam negeri untuk menyelamatkan negara dari krisis telah dicontohkan oleh Negara Turki, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mengimbau warganya untuk berbondong-bondong menukarkan dolar dan euro ke mata uang Lira saat inflasi Turki melonjak hingga 15% dirasakan warga sebagai bentuk "perang dagang" yang dilancarkan Amerika Serikat (detik.com, 2018). Valuta asing atau khususnya mata uang dolar terhadap rupiah sejatinya hanya berputar-putar saja, saat rupiah menguat membeli mata uang dolar adalah bentuk investasi (simpanan transaksi menggunakan Rupiah) untuk kemudian dijual lagi ke rupiah saat dollar menguat. Pada intinya, semakin sering suatu mata uang digunakan dalam transaksi perdagangan maka posisinya akan semakin menguat, posisi mata uang yang baik menunjukkan kondisi keuangan yang baik pada suatu negara itu pula, oleh karena itulah gunakan Rupiah, cintai Rupiah.

2. Merasa Ingin Plesir? Destinasi Lokal Menarik Kok
Logo Wonderful Indonesia (Dream)
Sektor pariwisata menjadi sektor andalan hampir disetiap negara untuk menyokong status perekonomiannya, salah satunya Indonesia. Banyak turis mancanegara berkunjung ke Indonesia, membawa sejumlah uang mereka untuk dibelanjakan di negara kita, negara banyak uang maka negara kaya. Sama seperti para turis asing, saat kita menjadi turis di negara lain, maka kita sedang membelanjakan uang dari negara kita ke negara tersebut, kita sedang membantu mereka menjadi lebih kaya. Membawa uang dari negara kita yang sedang kesusahan ini ke luar negeri kok rasanya kurang bijak ya? Makanya yuk lariskan pariwisata lokal, bantu promosi destinasi lokal di sosial media kita gunakan hashtag #visitIndonesia #wonderfulIndonesia, undang teman-teman luar negeri ke negara kita, mereka senang kita juga senang.

3. Duh, Bosan Sama Gadget yang Ini! Eiitt Tahan Dulu~
Berbagai gadget impian, tapi bukan produksi negeri sendiri (Google)
Kita semua sadar bahwa Indonesia bukanlah negara produsen atau pemilik brand gadget ternama yang laris manis di pasaran. Sejumlah besar merk gadget yang sudah beredar dan yang sedang diimpikan dan akan beredar di masyarakat masihlah produk impor dari negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, China, India dll, padahal dalam transaksi impor kita membeli setelah menukarkan mata uang rupiah ke mata uang negara yang kita tuju, sampai di sini tentu sudah paham kan mengapa perlu menahan dulu untuk membeli gadget baru walau kita punya uang? Saat negara diambang krisis, kesadaran kolektif masyarakat untuk menekan keinginan pribadi demi kepentingan negara menjadi bentuk nyata dari nasionalisme kita. Lebih dari itu, alangkah lebih baiknya kita juga berpartisipasi mendorong ekspor produk-produk dalam negeri.

4. Fashion Lovers : Nggak Harus Branded Impor, Banyak Lokalan Unik
Tas Rotan Bundar Bali Salah Satunya (Merah Putih)
Ingin tampil cetarr, punya duit selangit seperti Syahrini atau Ramadhania Bakrie? Kemarin-kemarin bolehlah ikutan belanja koleksi tas branded limited edition seperti mereka, tapi di masa-masa ekonomi waspada seperti sekarang kita bisa ikutan prinsip Nisa Sabyan atau Via Vallen, mau pakai apapun yang penting nyaman, cantik nggak melulu soal brand dan harga kok. Produk pernak-pernik home made dan hand made lokalan nggak kalah kualitasnya dan lebih ramah harganya. Fashion lovers pasti bisa lebih kritis menilai kualitas produk deh, lebih dari sekedar beli dan pakai, kita bisa kasih review jujur ke penjualnya biar mereka punya referensi untuk pengembangan kualitas dan jadi selangkah lebih dekat ke pangsa ekspor, bantu promote di media sosial juga bisa jadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan perekonomian negara lho.

5. Irit BBM Atau Pakai Transportasi Publik

Dilansir Tirto, dalam 'Pertamina Sang Pemborong Dolar' dijelaskan bahwa salah satu penukar rupiah ke mata uang dolar terbesar adalah Pertamina. Ya, BUMN satu ini bertanggungjawab menyediakan bahan bakar ke seluruh negeri, khususnya BBM untuk transportasi di segala lini, kebutuhan BBM selalu meningkat sedangkan sumber daya minyak dalam negeri produksinya tidak ikut meningkat. Langkah pemborongan dolar oleh Pertamina adalah langkah yang mau tak mau harus diambil karena negara ini ketergantungan impor minyak. Maka kita bisa apa? Ada dua pilihan, gunakan transportasi publik atau gunakan alat transportasi pribadi hemat energi. Kenapa harus menggunakan transportasi publik? Tentu karena BBM yang digunakan oleh bus yang berpenumpang satu orang dan yang berpenumpang 40 orang literannya sama, tapi lain halnya jika 39 orang lain ini adalah penumpang peralihan dari 20 motor, artinya penggunaan BBM 20 buah motor bisa dioptimalisasi. Tidak ada transportasi publik yang menuju ke destinasi kita? Maka gunakan saja kendaraan pribadi yang kita punya, tapi tetap hemat energi, pergi seperlunya, minimalisir pengereman mendadak, masukkan kopling tepat waktu, berkendara konstan di kecepatan 30-75 km/jam disinyalir beberapa sumber mampu menekan pembakaran bensin. Bepergian jarak dekat? Gunakan sepeda atau jalan kaki saja :)

Itulah kelima cara yang paling realistis untuk kita lakukan dalam rangka berpartisipasi membantu pemerintah untuk menguatkan Rupiah. Semoga langkah kita bisa menunjukkan perubahan nyata ke arah yang lebih baik, memupuk persatuan dan solidaritas #KuatkanRupiah!

Komentar

Paling Banyak Dibaca :

Nambah Ilmu Terus : Bolehkah Muslimah yang Sedang Haid Membaca Al-Qur'an?

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mulanya perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) ibadah yang jelas dilarang ketika haid, yaitu:
Shalat wajib maupun sunnah, berdasarkan "Bila engkau haid, maka tinggalkanlah shalat" (HR Bukhari & Muslim).Puasa wajib maupun sunnah,  berdasarkan "Bukankah bila seorang wanita haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?" (HR Bukari & Muslim).Melakukan tawaf di Baitullah, Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra., "Kerjakan apa yang dikerjakan orang-orang yang berhaji selain tawaf sampai engkau suci" (HR Bukhari & Muslim).Lantas bagaimana dengan membaca Al-Qur'an?
Terdapat sedikitnya juga 3 (tiga) pendapat tentang kebolehan membaca Al-Qur'an saat haid*:
Tak boleh membaca, berdasarkan "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan" (QS 57:79). Pendapat ini menganggap bahwa haid termasuk yang menghilangkan kesucian.Boleh membaca, suci pada QS 57:79 tersebut artinya adalah suci jiwa/piki…

Review Drama (1) : Memories of the Alhambra

Judul: Memories of the Alhambra (알함브라 궁전의 추억 Alhambeuraui Gungjeonui Chooeok)Sutradara : Ahn Gil-HoPenulis : Song Jae-JungJaringan : tvNJumlah Episode : 16, durasi 60 menit per episodeMasa Tayang : 1 Desember 2018 - 19 Januari 2019, Sabtu-Minggu 21.00 KSTGenre : Fantasy, Romance, Mystery, Action

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 1 : Lavatories Traveller

Wkwkwk ide banget ya nulis tentang lavatories.
Gak jelas, maka kalau gak punya high anthusiast gausa dipaksain baca keee

Tulisan ini bermula saat saya gagal mendapatkan akses masuk ke bilik restroom langganan di kampus. Entah gimana deh, biasa kata orang "inspirasi menghujanimu saat jongkok". Ya kebetulan bilik alternatif yang saya tempati itu berwujud WC jongkok dengan semi automatic sanitary system *etaah abaikan istilah ini karena saya yang buat-buat* membuat saya tiba-tiba teringat akan penjelajahan sejumlah restroom yang telah saya singgahi selama hidup.

Sedari kecil saya punya perbedaan khusus daripada saudara-saudari kandung saya, yakni saya tidak punya daily habit boker di pagi hari. Sudah sejak sejauh yang saya ingat, jadwal boker saya selalu berubah-ubah dan tidak tentu sehari sekali. Saya juga tidak ingat pernah tidakkah saya boker di toilet Taman Kanak-Kanak, seingat saya, boker selalu di hari weekend entah itu malam atau pagi. Seakan mekanisme boker saya waktu i…