Langsung ke konten utama

5 Alasan menanam patut jadi hobi, bisa selamatkan bumi lho

Semua orang pasti makan, tapi tidak semua orang pernah menanam. Apakah kamu salah satunya?



Kita kerap khawatir saat kehabisan bensin di jalan, kita khawatir saat kehabisan kuota paket data, kita khawatir saat kehabisan tiket nonton konser band kesukaan, tapi kita mungkin belum pernah terpikir untuk khawatir saat kehabisan bahan pangan untuk dimakan, atau oksigen untuk dihirup, atau tisu di toilet. Kekhawatiran-kekhawatiran kita seringkali bukan atas akar permasalahannya dan sebatas mengkhawatirkan persoalan yang tampak di permukaan. Nah, akar persoalan di kehidupan kita tidak lepas dari tanaman. Tidak percaya? Alasan-alasan berikut semoga cukup menjelaskan:
1. Oksigen, tidak gratis.
Kenal seseorang yang memiliki gangguan pernafasan? Atau kita adalah salah satunya? Saat ini setabung kecil oksigen harganya bisa mencapai 45 ribu rupiah. Di jalanan pun  kita perlu menggunakan masker karena udara sudah banyak mengandung kontaminan baik mikro maupun makro. Sejak di bangku sekolah dasar, kita belajar tentang fenomena fotosintesis, dijelaskan bahwa reaksi karbondioksida dan air menghasilkan zat tepung dan oksigen. Fotosintesis terjadi di daun. Masih belum yakin memulai untuk mennam dan berkebun?
2. Air mineral belum tergantikan.
Air putih mutlak diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme meskipun tidak semua orang gemar minum air putih. Air putih tetap menjadi air paling sehat bagi tubuh dibanding minuman rasa-rasa lainnya. Air putih bermineral tetap menjadi rekomendasi ahli kesehatan untuk dikonsumsi secara rutin setiap harinya. Air putih bermineral yang dapat kita konsumsi bukanlah air laut atau air hujan, tetapi air di bawah permukaan tanah. Air ini ada di sana juga karena cengkraman akar tanaman. Masih belum ingin menanam?


3. Makanan, harga tergantung pasar.
Karena kita tidak menanam, maka kita tidak juga berproduksi, kita membeli bahan pangan di pasar, entah pasar besar ataupun pasar tradisional. Begitulah kita sangat bergantung pada pasar. Ketika terjadi kelangkaan harga akan melonjak, ketika terjadi kelimpahan stok maka harga akan jatuh. Harga yang tidak cenderung stabil adalah bukti bahwa stok yang ada di pasar juga tidak stabil. Lantas, suatu hari nanti saat bahan pangan benar-benar langka di pasar, apakah kita punya simpanan di rumah? Masih ragu menanam dari sekarang?
4. Wisata alam berbayar.
Wisata alam yang sejatinya adalah menghirup udara segar, mendengar gemericik air, memandangi hijaunya tanaman, yang dapat kita lihat di kebun raya tidaklah gratis. Masih belum ingin menanam? Padahal kita bisa membuat suasana wisata alam di rumah.
5. Planet serupa bumi belum ditemukan.
Baru planet bumi yang menawarkan air, tanaman, dan udara untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Melalui tanaman kita bisa merekonstruksi wujud dan kualitas air dan udara. Ketergantungan kita terhadap air, udara, dan tanaman yang sehat sangatlah mutlak. Masihkah meragu menanam dari sekarang?

Komentar

Paling Banyak Dibaca :

Nambah Ilmu Terus : Bolehkah Muslimah yang Sedang Haid Membaca Al-Qur'an?

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mulanya perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) ibadah yang jelas dilarang ketika haid, yaitu:
Shalat wajib maupun sunnah, berdasarkan "Bila engkau haid, maka tinggalkanlah shalat" (HR Bukhari & Muslim).Puasa wajib maupun sunnah,  berdasarkan "Bukankah bila seorang wanita haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?" (HR Bukari & Muslim).Melakukan tawaf di Baitullah, Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra., "Kerjakan apa yang dikerjakan orang-orang yang berhaji selain tawaf sampai engkau suci" (HR Bukhari & Muslim).Lantas bagaimana dengan membaca Al-Qur'an?
Terdapat sedikitnya juga 3 (tiga) pendapat tentang kebolehan membaca Al-Qur'an saat haid*:
Tak boleh membaca, berdasarkan "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan" (QS 57:79). Pendapat ini menganggap bahwa haid termasuk yang menghilangkan kesucian.Boleh membaca, suci pada QS 57:79 tersebut artinya adalah suci jiwa/piki…

Review Drama (1) : Memories of the Alhambra

Judul: Memories of the Alhambra (알함브라 궁전의 추억 Alhambeuraui Gungjeonui Chooeok)Sutradara : Ahn Gil-HoPenulis : Song Jae-JungJaringan : tvNJumlah Episode : 16, durasi 60 menit per episodeMasa Tayang : 1 Desember 2018 - 19 Januari 2019, Sabtu-Minggu 21.00 KSTGenre : Fantasy, Romance, Mystery, Action

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 1 : Lavatories Traveller

Wkwkwk ide banget ya nulis tentang lavatories.
Gak jelas, maka kalau gak punya high anthusiast gausa dipaksain baca keee

Tulisan ini bermula saat saya gagal mendapatkan akses masuk ke bilik restroom langganan di kampus. Entah gimana deh, biasa kata orang "inspirasi menghujanimu saat jongkok". Ya kebetulan bilik alternatif yang saya tempati itu berwujud WC jongkok dengan semi automatic sanitary system *etaah abaikan istilah ini karena saya yang buat-buat* membuat saya tiba-tiba teringat akan penjelajahan sejumlah restroom yang telah saya singgahi selama hidup.

Sedari kecil saya punya perbedaan khusus daripada saudara-saudari kandung saya, yakni saya tidak punya daily habit boker di pagi hari. Sudah sejak sejauh yang saya ingat, jadwal boker saya selalu berubah-ubah dan tidak tentu sehari sekali. Saya juga tidak ingat pernah tidakkah saya boker di toilet Taman Kanak-Kanak, seingat saya, boker selalu di hari weekend entah itu malam atau pagi. Seakan mekanisme boker saya waktu i…