Langsung ke konten utama

Opini tentang Pendidikan Indonesia Kini

Sebenarnya saya juga ingin wadul.. (mengadu)

Saya belum  bisa mewadulkan masalah di masyarakat yang berkaitan tentang ekonomi, politik, pertanian atau pertambangan dan hal-hal berat lainnya.. Saya masih muda. Saya akan mewadulkan tentang masalah pendidikan, sosial..

Di sebagian wilayah Indonesia kita dapat menemukan dengan mudah sekolah-sekolah berlantaikan porselen dengan gedung bertingkat dan segala fasilitas yang lebih dari sekedar memadai. Di sebagian lain kita juga bisa menemui
sekolah yang belum berwarna dindingnya, belum ada jaringan WiFi-nya, belum sehat jajanan kantinnya, belum ramai perpustakaannya, sedikit sekali guru pengajarnya, jauh sekali jalan yang harus ditempuh untuk menjangkaunya. Sampai kapan harus ada kesenjangan seperti ini? Tidak bisakah pemerintah menetapkan suatu Standar Minimum untuk suatu sekolah dapat berdiri? Sekolah dengan fasilitas dan kualitas yang memadai? Sekolah yang akan selalu menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri insan muda Indonesia yang akan memimpin bangsa ini..

Menurut saya, sekolah yang baik itu yang mudah dijangkau dari segi biaya, tidak di pelosok, menyediakan fasilitas yang sesuai dengan tuntutan kurikulum, tidak banjir saat hujan dan tidak berdebu saat kemarau. Sekolah yang sehat, sekolah yang mengembangkan minat dan bakat siswa, sekolah yang mengajarkan ketaatan beragama, sekolah yang memerhatikan nilai-nilai kejujuran dan kepatutan dalam bermasyarakat. Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika tetapi juga tempat mengasah kemampuan tenggang rasa. Sekolah jangan hanya dibiarkan sebagai tempat mencari ijazah. Nilai di atas kertas tak akan berguna apa-apa bila tidak dapat diterapkan dalam kehidupan. Sekolah sebagai rumah kedua bagi anak. Tidak tercapai fungsi sekolah apabila setelah pulang sekolah anak masih berkeliaran clubbing, seks bebas, balap liar, cabe-cabean, curanmor, narkoba, tawuran antar geng dan hal-hal immoral lainnya. Sekolah harusnya juga mengajarkan, mengawal, dan memastikan siswa memahami dan menerapkan ilmu tentang bagaimana menjadi warga negara yang terpuji dan berbudi pekerti. Sekolah sebagai tempat pengembangan sosial.


Komentar

Paling Banyak Dibaca :

Nambah Ilmu Terus : Bolehkah Muslimah yang Sedang Haid Membaca Al-Qur'an?

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mulanya perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) ibadah yang jelas dilarang ketika haid, yaitu:
Shalat wajib maupun sunnah, berdasarkan "Bila engkau haid, maka tinggalkanlah shalat" (HR Bukhari & Muslim).Puasa wajib maupun sunnah,  berdasarkan "Bukankah bila seorang wanita haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?" (HR Bukari & Muslim).Melakukan tawaf di Baitullah, Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra., "Kerjakan apa yang dikerjakan orang-orang yang berhaji selain tawaf sampai engkau suci" (HR Bukhari & Muslim).Lantas bagaimana dengan membaca Al-Qur'an?
Terdapat sedikitnya juga 3 (tiga) pendapat tentang kebolehan membaca Al-Qur'an saat haid*:
Tak boleh membaca, berdasarkan "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan" (QS 57:79). Pendapat ini menganggap bahwa haid termasuk yang menghilangkan kesucian.Boleh membaca, suci pada QS 57:79 tersebut artinya adalah suci jiwa/piki…

Review Drama (1) : Memories of the Alhambra

Judul: Memories of the Alhambra (알함브라 궁전의 추억 Alhambeuraui Gungjeonui Chooeok)Sutradara : Ahn Gil-HoPenulis : Song Jae-JungJaringan : tvNJumlah Episode : 16, durasi 60 menit per episodeMasa Tayang : 1 Desember 2018 - 19 Januari 2019, Sabtu-Minggu 21.00 KSTGenre : Fantasy, Romance, Mystery, Action

Mengenal Faatihah dari Segala Sisi (Kalau Gak Kuat Gausah Dibaca) Part 1 : Lavatories Traveller

Wkwkwk ide banget ya nulis tentang lavatories.
Gak jelas, maka kalau gak punya high anthusiast gausa dipaksain baca keee

Tulisan ini bermula saat saya gagal mendapatkan akses masuk ke bilik restroom langganan di kampus. Entah gimana deh, biasa kata orang "inspirasi menghujanimu saat jongkok". Ya kebetulan bilik alternatif yang saya tempati itu berwujud WC jongkok dengan semi automatic sanitary system *etaah abaikan istilah ini karena saya yang buat-buat* membuat saya tiba-tiba teringat akan penjelajahan sejumlah restroom yang telah saya singgahi selama hidup.

Sedari kecil saya punya perbedaan khusus daripada saudara-saudari kandung saya, yakni saya tidak punya daily habit boker di pagi hari. Sudah sejak sejauh yang saya ingat, jadwal boker saya selalu berubah-ubah dan tidak tentu sehari sekali. Saya juga tidak ingat pernah tidakkah saya boker di toilet Taman Kanak-Kanak, seingat saya, boker selalu di hari weekend entah itu malam atau pagi. Seakan mekanisme boker saya waktu i…